Akhir Dari Cinderella
disebuah
desa yang berada cukup jauh dari istana kerajaan hiduplah keluarga yang bahagia
karena mereka melahirkan seorang anak perempuan yang cantik jelita, Cinderella
namanya. Tetapi kebahagiaan itu sirna karena ibu Cinderella meninggal karena
sakit. Kemudian ayah Cinderella menikah lagi dengan seorang janda 2 anak,
sehingga sekarang ia memiliki seorang ibu tiri dan dua kakak tiri. Ayahnya
pergi bekerja jauh dan jarang kembali. Membuat Cinderella sering disiksa
saudara-saudara tirinya. Ibu tirinya, bernama Drizella. Sedangkan dua kakak
tirinya, bernama Si Merah dan Si Putih. Tapi nama mereka tidak seinda sifat
mereka. Mereka selalu menyiksa Cinderella dan menyuruhnya ini itu.
***
Drizzela: Cinderella…!
Cinderella…! (panggil Drizella)
Cinderella: ada apa ibukk…
Drizzela: ada apa.. ada apa..!
kamu kemana aja? Cepat bersihkan kamar mandi!
Putih: dan cucikan bajuku ini!
Merah: siapkan makanan untukku!
Cinderella: baiklah..
Drizella: cepaaatt…..
***
Pada suatu hari, keluarga
Cinderella di kejutan oleh prajurit istana yg datang ke rumahnya.
Prajurit: (mengetuk pintu)
“Permisi.. met siang…”
Cinderella: met siang! Ad apa?
Prajurit: Iye???
Cinderella: ada apa dan anda
Siapa??? (gerutunya)
Prajurit: (membungkuk)
Perkenalkan. Saya prajurit yg diutus oleh pangeran
Merah: PANGERAN!? (Segera berlari
mendekat, Putih dan Drizella mengikuti)
Putih: itu bukan pangeran.. itu
prajuritnya.. -_-“
Prajurit : Saya diutus untuk
memberikan sebuah undangan (memberi gulungan kertas yang dibawanya)
Drizella: (menerima undangan dan
membacanya) ini undangan pesta dansa di istana…
Merah & Putih: haaaa
(histeris)
Drizzela: untuk mencari
permaisuri untuk pangeran…
Merah & Putih: haaaa
(histeris lagi)
Drizella: akan dilaksanakan besok
sore..
Merah & Putih: haaaa (tambah
histeris)
Cinderella: (Tersenyum senang)
Prajurit: Baiklah,
hanya itu yang saya sampaikan. Permisi (sambil membungkuk dan melangkah pergi)
Putih: wahh.. kita
harus siapkan gaun yang paling bagus
Merah: aku akan
memakai gaun dengan perhiasan yang lengkap, pasti aku yang paling cantik..
Putih: enak aja!
Aku tau!
Merah: Aku!!!
Putih: Aku!!!
Drizella:
Hentikan!
Kemudian Cinderella
menghampiri ibu tirinya
Cinderella: bu…
(pangilnya pelan pada Drizella yg sedang berdandan) Aku boleh ikut gak?
Drizella:
(Menganga) Haaaa!! Ikut? Enak aja! Kau ingin mempermalukan keluarga kita di
depan umum?
Cinderella:
(menunduk sedih) tapi aku ingin sekali ikut..
Drizella: sekali
tidak.. tetap tidak.. (melenggang pergi)
Cinderella: (makin
merunduk sedih)
Merah: Cinderella
kau sedang apa? Jangan diem aja, cepat bantu aku…
Putih: Cinderella
cepat ambilkan gaunku di sana!
Cinderella:
(Terdiam sesaat) ia sebentar..
Merah & Putih:
Cinderella cepat!!!
***
Akhirnya tibalah
saat yang dinanti-nanti. Ibu tiri dan kedua kakaknya pun pergi keistana
menggunakan ojek. Sedangkan Cinderella hanya duduk merenung sambil menangis
terisak-isak. Dan kemudian muncul sosok halus sekelebat, membuat bulu kemoceng
Cinderella merinding, lalu ada cahaya dan… Ting!!! Datanglah Peri…
Peri: putriku..
kenapa kamu bersedih?
Cinderella: Siapa
kamu?? (tanyanya keheranan)
Peri: pencabut
nyawa! (jengkel) udah tau putih cantik begini masih nanya…
Cinderella: Hah..
jadi kamu, kun.. kuntilanak.. (tergagap)
Peri: peri dodol..
Cinderella:
(Menganga) lalu? Bagaimana kau bisa menolongku..
Peri: ehm.. baiklah
aku akan mengubahmu menjadi putri yang cantik jelita dalam sekejap..
Cinderella: ciyus??
Peri: ciyuslah,,
(berdehem sekali) Tokinawa e’e’ a… jep jep, a… yoosip.. yoosip..
Dan Cinderela dalam
sekejap berubah menjadi putri yang cantik jelita, gaun yang berkilauan dihiasi
perhiasan yang sangat indah dan bersepatu kaca.
Cinderella:
waaahh.. indah sekali.. terimakasih kunti, eh.. peri..
Peri: oh ya! Jangan
lupa kau harus pulang sebelum magrib, kalau tidak kejaiban ini akan hilang!
Cinderella:
baiklah, aku akan ingat pesanmu itu kunti.. (berlari pergi)
Peri: kunti lagi..
kunti lagi..
Kemudian Cinderella
pergi dalam sekejap..
Cinderella: aduh..
bagaimana caranya aku pergi ke istana?, aku gak punya uang buat naik ojek? Ah,
terpaksa aku harus berjalan kaki! Hhuuuft..
Lalu Cinderella
pergi menuju istana dengan berjalan kaki, karena sang peri lupa memberikan
sebuah Andong (baca: kereta kuda) untuknya.
***
Sementara itu di
istana
Prajurit:
sepertinya tamu sudah datang semua..
Pangeran: tapi aku
masih merasa ada yang kurang
Prajurit: apa
pangeran?
Pangeran: oooo… itu
rahasia!!
Pangeran terus
mencari wanita yang pernah datang dalam mimpinya yaitu seorang putri yang
sangat cantik jelita. Kemudian terlihatlah seorang gadis kesakitan masuk pintu
istana.
Cinderella: aduh
kaki ku sakit.. tadi kira-kira berapa kilo ya.. aku jalan??
Prajurit: Pangeran!
(sambil menyenggol lengan pangeran dan membuatnya menoleh) lihat itu.
kasihannya… eh, maksud saya cantiknya… (sambil menunjuk Cinderella yang baru
saja masuk)
Kemudian pangeran
menghampiri Cinderella
Pangeran: wahai
putri yang cantik jelita, maukah kau berdansa denganku?
Cinderella: tapi…
kakiku…
Pangeran: kakimu
kenapa? Sakit!, gak papa.. kan bukan kakiku.. jadi gak masalh buatku..
Cinderella:
okedeh.. demi pangeran..
Kemudian merekapun
berdansa dengan sangat romantis. Semua tamu undangan yang datang ke pesta di
istana keheranan melihat ada seorang putri berdansa dengan pangeran. Ibu tiri
dan kedua kakaknya tidak tau kalau itu Cinderella. Mereka sangat iri dan merasa
kesal karena tidak bisa berdansa dengan pangeran. Beberapa lama kemudian
terdengar suara bedug.
Tok.. toroktok..
tok.. tok.. dug.. dug.. dug..
Terdengarlah suara
adzan magrib.
Cinderella: Astaga!
Pangeran: Ada apa??
Cinderella: Sudah
magrib!
Pangeran: lalu?
Cinderella: aku
harus cepat pulang!
Cinderella pun
berhenti berdansa dan kemudian berlari keluar
Pangeran: tunggu..
jangan pergi! siapa namamu?
Dan pangeran pun
mengejar Cinderella dengan susah payah
Cinderella: sampai
jumpa.. Dadah!! (melambaikan tangan sambil berlari)
Tanpa sadar kaki
sepatu kaca Cinderella patah..
Cinderella: hhuuh… sepatu gak mutu… baru di pake’ lari bentar udah patah, buang aja lah…
Tanpa pikir panjang
Cinderella langsung membuang sepatu itu ke belakang.
Pangeran: Aduuuh!
(teriak kesakitan, trus pingsan. Trus koma 3 hari)
Besok paginya, di
depan istana terpampang pengumuman. Keluarga kerajaan sedang mencari putri yang
kemarin sore telah meninggalkan sang pangeran. Setelah pangeran sadar dari
koma, Pangeran dan prajurit akan datang kesetiap rumah untuk mencocokkan sepatu
yang ditinggalkan sang putri.
3 hari berlalu dan
secara ajaib tiba-tiba pangeran sadar, kemudian ia langsung pergi dengan
prajurit untuk mencari putri yang hilang. Pangeran telah mencari sampai ke
pelosok negeri, terus dan terus, tapi tidak satupun gadis yang memiliki kaki
yang cocok dengan sepatu itu
***
Dirumah Cinderella,
Cinderella sedang mengurut kakinya..
Drizella: hai
dengarlah anak-anakku, pangeran akan datang. Ternyata putri yang hilang saat
pesta dansa telah meninggalkan sepatunya, jika diantara kalian memiliki kaki
yang pas dengan sepatu itu kalian akan dibawa pangeran kedalam istana kerajaan.
Cepatlah persiapkan diri kalian!
Merah &
Putih: baik ibuuk
Kemudian ibu tiri
merasa malu jika Cinderella muncul ketika ada pangeran. Sang ibu tiri lalu
mengurung Cinderella di dapur
Drizella: diamlah
disini Cinderella, dan jangan berisik
Cinderella: tapi
bu.. kenapa aku harus berdiam disini??
Drizella: sudahlah,
jangan banyak Tanya!
Akhirnya pangeran
dan prajurit tiba di rumah Cinderella.
Tok.. toroktok..
toktok..
Kemudian Drizella
membuka pintu
Drizella: wah..
pangeran sudah datang. Merah.. Putih.. cepatlah kemari!
Pangeran: kami
datang untuk mencobakan sepatu ini. Bolehkah??
Drizella: oh
silahkan pangeran
Kemudian prajurit
memakaikan sepatu itu kepada Merah, tetapi kakinya terlalu besar sehingga
kesampitan.
Merah: alamak
sempitnya!!
Putih: Hahaha..
mana mungkin cukup, kakimu itu besar.. hahaha..
Merah: (menatap
Putih geram)
Lalu pengawal
memakaikan sepatu pada Putih, tapi kakinya terlalu kecil sehingga sepatunya
kedodoran.
Drizella: em..
Putih.. sepatunya kebesaran..!
Putih: (melihat
kakinya) astaga! Gede banget sih ni sepatu!!
Merah: bukan gede!
Tapi emang kakimu yg kecil! Hahaha…
Tiba-tiba terdengar
suara gaduh di dapur, dug.. dak.. kedumplank!?
Cinderella: ibu
tolong bukakan pintunya!!
Pangeran: siapa
itu?
Drizella: ehm.. itu
hanya seorang pembantu
Prajurit: bukankah
anda memiliki 3 orang putri nyonya?
Pangeran: oh..
begitu ternyata, ayo.. cepat bukakan pintunya!
Drizella: baiklah
pangeran
Cinderella keluar
dengan senang karena bisa bertemu dengan pangeran kembali.
Pangeran: cepat
pakaikan sepatu ini kepadanya.
Prajurit: baik
pangeran! Tapi, kok bau balsem ya??
Cinderella: hehe..
kakiku habis kuurut, gara-gara jalan jauh waktu itu..
Dan ternyata sepatu
itu sangat pas dikaki Cinderella.
Merah & Putih:
CUCOKK!! Eh.. COCOKK!!
Cinderella:
lihatkan!! (sambil tersenyum kemenangan)
Pangeran: Kaukah
putri itu?? Siapakah namamu putri??
Cinderella:
namaku.. Cinderella!
Pangeran: (sambil
tersenyum kemudian berkata) CEPAT TANGKAP DIA!!!
Prajurit: baik
pangeran..
Cinderella: ada apa
ini?? Kenapa aku harus di tangkap??
Pangeran: kau telah
melukai kepalaku dengan sepatu kacamu cinderela! Dan itu membuatku koma selama
3 hari..
Sesuai perintah
istana, cinderella pun di bawa ke istana lalu dikurung di penjara bawah tanah.
Ibu tiri dan kedua kakaknya pun sangat bahagia dan bernyanyi kegirangan tapi
sekaligus sedih karena tidak memiliki pembantu lagi..
Cinderella menangis
tak percaya. Dia pikir dia akan di bawa ke istana untuk dinikahkan dengan sang
pangeran. Malangnya nasib Cinderella…
Cinderella:
pangeraaan… ma’afkanlah akuu…. T_T
***
Baiklah, cerita
Cinderella berakhir sampai disini. Kita tak tau berapa lama Cinderella akan
dikurung di penjara . mungkin lama-kelamaan sang pangeran akan mema’afkan
Cinderella dan kemudian mereka saling mencintai dan akhirnya menikah. Untuk
mengetahui ceritanya lebih lanjut sebaiknya kalian tanyakan saja kepada
Cinderella.
THE END ^_^
Tags: Drama, Cerita Cinderella, Parodi Cinderella, Cerita Lucu Cinderella, Cerita Drama Lucu, Teks Drama.
No comments:
Post a Comment