Monday, January 21, 2013

Drama



Akhir Dari Cinderella

            disebuah desa yang berada cukup jauh dari istana kerajaan hiduplah keluarga yang bahagia karena mereka melahirkan seorang anak perempuan yang cantik jelita, Cinderella namanya. Tetapi kebahagiaan itu sirna karena ibu Cinderella meninggal karena sakit. Kemudian ayah Cinderella menikah lagi dengan seorang janda 2 anak, sehingga sekarang ia memiliki seorang ibu tiri dan dua kakak tiri. Ayahnya pergi bekerja jauh dan jarang kembali. Membuat Cinderella sering disiksa saudara-saudara tirinya. Ibu tirinya, bernama Drizella. Sedangkan dua kakak tirinya, bernama Si Merah dan Si Putih. Tapi nama mereka tidak seinda sifat mereka. Mereka selalu menyiksa Cinderella dan menyuruhnya ini itu.

***
Drizzela: Cinderella…! Cinderella…! (panggil Drizella)
Cinderella: ada apa ibukk…
Drizzela: ada apa.. ada apa..! kamu kemana aja? Cepat bersihkan kamar mandi!
Putih: dan cucikan bajuku ini!
Merah: siapkan makanan untukku!
Cinderella: baiklah..
Drizella: cepaaatt…..
***
Pada suatu hari, keluarga Cinderella di kejutan oleh prajurit istana yg datang ke rumahnya.

Prajurit: (mengetuk pintu) “Permisi.. met siang…”
Cinderella: met siang! Ad apa?
Prajurit: Iye???
Cinderella: ada apa dan anda Siapa??? (gerutunya)
Prajurit: (membungkuk) Perkenalkan. Saya prajurit yg diutus oleh pangeran
Merah: PANGERAN!? (Segera berlari mendekat, Putih dan Drizella mengikuti)
Putih: itu bukan pangeran.. itu prajuritnya.. -_-“
Prajurit : Saya diutus untuk memberikan sebuah undangan (memberi gulungan kertas yang dibawanya)
Drizella: (menerima undangan dan membacanya) ini undangan pesta dansa di istana…
Merah & Putih: haaaa (histeris)
Drizzela: untuk mencari permaisuri untuk pangeran…
Merah & Putih: haaaa (histeris lagi)
Drizella: akan dilaksanakan besok sore..
Merah & Putih: haaaa (tambah histeris)
Cinderella: (Tersenyum senang)
Prajurit: Baiklah, hanya itu yang saya sampaikan. Permisi (sambil membungkuk dan melangkah pergi)
Putih: wahh.. kita harus siapkan gaun yang paling bagus
Merah: aku akan memakai gaun dengan perhiasan yang lengkap, pasti aku yang paling cantik..
Putih: enak aja! Aku tau!
Merah: Aku!!!
Putih: Aku!!!
Drizella: Hentikan!

Kemudian Cinderella menghampiri ibu tirinya

Cinderella: bu… (pangilnya pelan pada Drizella yg sedang berdandan) Aku boleh ikut gak?
Drizella: (Menganga) Haaaa!! Ikut? Enak aja! Kau ingin mempermalukan keluarga kita di depan umum?
Cinderella: (menunduk sedih) tapi aku ingin sekali ikut..
Drizella: sekali tidak.. tetap tidak.. (melenggang pergi)
Cinderella: (makin merunduk sedih)
Merah: Cinderella kau sedang apa? Jangan diem aja, cepat bantu aku…
Putih: Cinderella cepat ambilkan gaunku di sana!
Cinderella: (Terdiam sesaat) ia sebentar..
Merah & Putih: Cinderella cepat!!!
***
Akhirnya tibalah saat yang dinanti-nanti. Ibu tiri dan kedua kakaknya pun pergi keistana menggunakan ojek. Sedangkan Cinderella hanya duduk merenung sambil menangis terisak-isak. Dan kemudian muncul sosok halus sekelebat, membuat bulu kemoceng Cinderella merinding, lalu ada cahaya dan… Ting!!! Datanglah Peri…

Peri: putriku.. kenapa kamu bersedih?
Cinderella: Siapa kamu?? (tanyanya keheranan)
Peri: pencabut nyawa! (jengkel) udah tau putih cantik begini masih nanya…
Cinderella: Hah.. jadi kamu, kun.. kuntilanak.. (tergagap)
Peri: peri dodol..
Cinderella: (Menganga) lalu? Bagaimana kau bisa menolongku..
Peri: ehm.. baiklah aku akan mengubahmu menjadi putri yang cantik jelita dalam sekejap..
Cinderella: ciyus??
Peri: ciyuslah,, (berdehem sekali) Tokinawa e’e’ a… jep jep, a… yoosip.. yoosip..

Dan Cinderela dalam sekejap berubah menjadi putri yang cantik jelita, gaun yang berkilauan dihiasi perhiasan yang sangat indah dan bersepatu kaca.

Cinderella: waaahh.. indah sekali.. terimakasih kunti, eh.. peri..
Peri: oh ya! Jangan lupa kau harus pulang sebelum magrib, kalau tidak kejaiban ini akan hilang!
Cinderella: baiklah, aku akan ingat pesanmu itu kunti.. (berlari pergi)
Peri: kunti lagi.. kunti lagi..

Kemudian Cinderella pergi dalam sekejap..

Cinderella: aduh.. bagaimana caranya aku pergi ke istana?, aku gak punya uang buat naik ojek? Ah, terpaksa aku harus berjalan kaki! Hhuuuft..

Lalu Cinderella pergi menuju istana dengan berjalan kaki, karena sang peri lupa memberikan sebuah Andong (baca: kereta kuda) untuknya.
***



Sementara itu di istana

Prajurit: sepertinya tamu sudah datang semua..
Pangeran: tapi aku masih merasa ada yang kurang
Prajurit: apa pangeran?
Pangeran: oooo… itu rahasia!!

Pangeran terus mencari wanita yang pernah datang dalam mimpinya yaitu seorang putri yang sangat cantik jelita. Kemudian terlihatlah seorang gadis kesakitan masuk pintu istana.

Cinderella: aduh kaki ku sakit.. tadi kira-kira berapa kilo ya.. aku jalan??
Prajurit: Pangeran! (sambil menyenggol lengan pangeran dan membuatnya menoleh) lihat itu. kasihannya… eh, maksud saya cantiknya… (sambil menunjuk Cinderella yang baru saja masuk)

Kemudian pangeran menghampiri Cinderella

Pangeran: wahai putri yang cantik jelita, maukah kau berdansa denganku?
Cinderella: tapi… kakiku…
Pangeran: kakimu kenapa? Sakit!, gak papa.. kan bukan kakiku.. jadi gak masalh buatku..
Cinderella: okedeh.. demi pangeran..

Kemudian merekapun berdansa dengan sangat romantis. Semua tamu undangan yang datang ke pesta di istana keheranan melihat ada seorang putri berdansa dengan pangeran. Ibu tiri dan kedua kakaknya tidak tau kalau itu Cinderella. Mereka sangat iri dan merasa kesal karena tidak bisa berdansa dengan pangeran. Beberapa lama kemudian terdengar suara bedug.
Tok.. toroktok.. tok.. tok.. dug.. dug.. dug..
Terdengarlah suara adzan magrib.

Cinderella: Astaga!
Pangeran: Ada apa??
Cinderella: Sudah magrib!
Pangeran: lalu?
Cinderella: aku harus cepat pulang!

Cinderella pun berhenti berdansa dan kemudian berlari keluar

Pangeran: tunggu.. jangan pergi! siapa namamu?

Dan pangeran pun mengejar Cinderella dengan susah payah

Cinderella: sampai jumpa.. Dadah!! (melambaikan tangan sambil berlari)

Tanpa sadar kaki sepatu kaca Cinderella patah..

Cinderella: hhuuh… sepatu gak mutu… baru di pake’ lari bentar udah patah, buang aja lah…

Tanpa pikir panjang Cinderella langsung membuang sepatu itu ke belakang.

Pangeran: Aduuuh! (teriak kesakitan, trus pingsan. Trus koma 3 hari)
Besok paginya, di depan istana terpampang pengumuman. Keluarga kerajaan sedang mencari putri yang kemarin sore telah meninggalkan sang pangeran. Setelah pangeran sadar dari koma, Pangeran dan prajurit akan datang kesetiap rumah untuk mencocokkan sepatu yang ditinggalkan sang putri.
3 hari berlalu dan secara ajaib tiba-tiba pangeran sadar, kemudian ia langsung pergi dengan prajurit untuk mencari putri yang hilang. Pangeran telah mencari sampai ke pelosok negeri, terus dan terus, tapi tidak satupun gadis yang memiliki kaki yang cocok dengan sepatu itu
***
Dirumah Cinderella, Cinderella sedang mengurut kakinya..

Drizella: hai dengarlah anak-anakku, pangeran akan datang. Ternyata putri yang hilang saat pesta dansa telah meninggalkan sepatunya, jika diantara kalian memiliki kaki yang pas dengan sepatu itu kalian akan dibawa pangeran kedalam istana kerajaan. Cepatlah persiapkan diri kalian!
Merah & Putih:  baik ibuuk

Kemudian ibu tiri merasa malu jika Cinderella muncul ketika ada pangeran. Sang ibu tiri lalu mengurung Cinderella di dapur

Drizella: diamlah disini Cinderella, dan jangan berisik
Cinderella: tapi bu.. kenapa aku harus berdiam disini??
Drizella: sudahlah, jangan banyak Tanya!

Akhirnya pangeran dan prajurit tiba di rumah Cinderella.
Tok.. toroktok.. toktok..
Kemudian Drizella membuka pintu

Drizella: wah.. pangeran sudah datang. Merah.. Putih.. cepatlah kemari!
Pangeran: kami datang untuk mencobakan sepatu ini. Bolehkah??
Drizella: oh silahkan pangeran

Kemudian prajurit memakaikan sepatu itu kepada Merah, tetapi kakinya terlalu besar sehingga kesampitan.

Merah: alamak sempitnya!!
Putih: Hahaha.. mana mungkin cukup, kakimu itu besar.. hahaha..
Merah: (menatap Putih geram)

Lalu pengawal memakaikan sepatu pada Putih, tapi kakinya terlalu kecil sehingga sepatunya kedodoran.

Drizella: em.. Putih.. sepatunya kebesaran..!
Putih: (melihat kakinya) astaga! Gede banget sih ni sepatu!!
Merah: bukan gede! Tapi emang kakimu yg kecil! Hahaha…

Tiba-tiba terdengar suara gaduh di dapur, dug.. dak.. kedumplank!?

Cinderella: ibu tolong bukakan pintunya!!
Pangeran: siapa itu?
Drizella: ehm.. itu hanya seorang pembantu
Prajurit: bukankah anda memiliki 3 orang putri nyonya?
Pangeran: oh.. begitu ternyata, ayo.. cepat bukakan pintunya!
Drizella: baiklah pangeran
Cinderella keluar dengan senang karena bisa bertemu dengan pangeran kembali.
Pangeran: cepat pakaikan sepatu ini kepadanya.
Prajurit: baik pangeran! Tapi, kok bau balsem ya??
Cinderella: hehe.. kakiku habis kuurut, gara-gara jalan jauh waktu itu..

Dan ternyata sepatu itu sangat pas dikaki Cinderella.

Merah & Putih: CUCOKK!! Eh.. COCOKK!!
Cinderella: lihatkan!! (sambil tersenyum kemenangan)
Pangeran: Kaukah putri itu?? Siapakah namamu putri??
Cinderella: namaku.. Cinderella!
Pangeran: (sambil tersenyum kemudian berkata) CEPAT TANGKAP DIA!!!
Prajurit: baik pangeran..
Cinderella: ada apa ini?? Kenapa aku harus di tangkap??
Pangeran: kau telah melukai kepalaku dengan sepatu kacamu cinderela! Dan itu membuatku koma selama 3 hari..

Sesuai perintah istana, cinderella pun di bawa ke istana lalu dikurung di penjara bawah tanah. Ibu tiri dan kedua kakaknya pun sangat bahagia dan bernyanyi kegirangan tapi sekaligus sedih karena tidak memiliki pembantu lagi..
Cinderella menangis tak percaya. Dia pikir dia akan di bawa ke istana untuk dinikahkan dengan sang pangeran. Malangnya nasib Cinderella…

Cinderella: pangeraaan… ma’afkanlah akuu….  T_T

***

Baiklah, cerita Cinderella berakhir sampai disini. Kita tak tau berapa lama Cinderella akan dikurung di penjara . mungkin lama-kelamaan sang pangeran akan mema’afkan Cinderella dan kemudian mereka saling mencintai dan akhirnya menikah. Untuk mengetahui ceritanya lebih lanjut sebaiknya kalian tanyakan saja kepada Cinderella.

THE END ^_^




Tags: Drama, Cerita Cinderella, Parodi Cinderella, Cerita Lucu Cinderella, Cerita Drama Lucu, Teks Drama.

No comments:

Post a Comment