Cinderella Versi Kami
Alkisah,
disebuah desa yang berada cukup jauh dari istana kerajaan hiduplah seorang
perempuan baik hati dan cantik, Cinderelli. Ia memiliki seorang ibu tiri dan
dua kakak tiri. Ayahnya pergi bekerja jauh dan jarang kembali. Membuat Cinderelli
sering disiksa saudara-saudara tirinya. Ibu tirinya, bernama Bunga. Sedangkan
dua kakak tirinya, bernama Mawar dan Melati. Tapi nama mereka tidak seindah dan
seharum sifat mereka. Mereka selalu menyiksa Cinderelli dan menyuruhnya ini
itu. Di desa itu juga ada seorang penyapu jalanan yg sangat misterius.
***
Ayah: Ayah pergi dulu yaa…
Cinderelli: Iya ayah.. jaga diri
baik-baik yaa..
Ayah: O’iya kalian ingin
oleh-oleh apa setelah ayah pulang nanti?
Mawar & Melati: Kasih tau gak
yaa…
Bunga: Hush.. kalian ini..
(menegur Mawar & Melati), aku bawakan saja uang hasil kerjamu yg banyak.
Mawar: Aku ingin gaun mahal yg
indah yah..
Malati: Aku ingin sepatu mahal yg
cantik yah..
Ayah: Okey.. nanti ayah
bawakan..!, kamu minta apa Cinderelli?
Cinderelli: Aku ingin ayah cepat
pulang saja!
Ayah: Jangan begitu.. ayo
mintalah sesuatu pada ayah!
Cinderelli: Kalo gitu.. aku ingin
ayah membawakan setangkai bunga yg indah untukku!
Ayah: Okey nanti ayah bawakan…
Cinderelli: Selamat jalan yah..
***
Pada suatu hari, keluarga
Cinderelli di kejutan oleh dua orang prajurit istana yg datang ke rumahnya.
Prajurit 1: (mengetuk pintu)
“Permisi..”
Prajurit 2: cari siapa ya? (gaya
pemilik rumah)
Prajurit 1: kok lo yg jawab?
Hedeeeh.. -_-?
Cinderelli: Ada apa? Siapa sih
pake’ teriak-teriak? (gerutunya sambil membuka pintu)
Prajurit 1: (membungkuk)
Perkenalkan. Saya prajurit yg diutus oleh pangeran
Prajurit 2: (telat bungkuk) Saya
juga..
Prajurit 1: Halaah ikut-ikut aja
loe..
Mawar: PANGERAN!? (Segera berlari
mendekat, Melati dan Bu Bunga mengikuti)
Melati: Pangeran? Kenapa?
Pangeran manggil aku ya? Oh my god. Akhirnya… (cerocos Melati tiada henti
dengan wajah berbinar)
Prajurit 1: Saya diutus untuk
memberitahukan sebuah undangan (membuka gulungan kertas yang dibawanya)
Prajurit 2: Dari tadi lo terus..
Sini gua yg baca!
Prajurit 1: Makan nih kertas!!
(nyumpelin kertas ke prajurit 2)
Bunga: Memangnya ada acara apa?
Prajurit 2: (Berdehem sekali) PENGUMUMAN. SABTU MALAM MINGGU INI, AKAN
DILAKSANAKAN PESTA DANSA UNTUK MENCARI PERMAISURI UNTUK SANG PANGERAN.
DIWAJIBKAN SEMUA RAKYAT KERAJAAN KHUSUSNYA PARA PEREMPUAN, DATANG KE ACARA
TERSEBUT.
Mawar & Melati: AHH.. PASTI
KITA DATANG!!!
Cinderelli: (Tersenyum senang)
Prajurit 2:
Baiklah, hanya itu yang saya sampaikan. Permisi (sambil membungkuk dan
melangkah pergi)
Prajurit 1: eh..
tungguin! Maen tinggal aja lo..
Melati: ahh!
Pokoknya kita harus datang! Wajib! Wajib! Wajib!
Mawar: pasti aku yg
bakal jadi permaisurinya!!
Melati: enak aja!
Aku tau!
Mawar: Aku!!!
Melati: Aku!!!
Bunga: eh.. sudah,
sudah.. ibu aja yang jadi permaisurinya!
Mawar & Melati:
(Mendelik) Ketuaan buu..!
Bunga: Oh, ya
Cinderelli. Kau carikan gaun yg pas untuk Mawar dan Melati ya. (memerintah
sambil berkipas dengan kipas yg dibawanya)
Cinderelli: Iya Bu…
(menurut, lalu melesat ke dalam)
***
Cinderelli: kak…
(pangilnya pelan pada Mawar dan Melati yg sedang berdandan) Aku boleh ikut gak?
Mawar: (Menganga)
Apa?? Ikut?? Nggak salah? Orang kaya’ kamu gak pantes nginjek istana tau!
Cinderelli:
(menunduk sedih) tapikan.. seluruh rakyat diwajibkan datang..
Melati: Terus..?
udah deh Cinderelli. Kamu itu harus jaga rumah! Bersihin dulu tuh semua kerjaan
kamu!
Cinderelli: (makin
merunduk sedih)
Bunga: Sudah..
sudah.. (muncul dan mendekat) begini saja. Cinderelli, kau boleh ikut. Tapi
dengan satu syarat, kau harus membersihkan seluruh rumah ini dengan bersih dan
rapi dan tidak boleh ada debu sedikit pun
Cinderelli:
(Terdiam sesaat) tapi setelah itu saya boleh pergi kan??
Bunga: Terserah
Mawar: Ibu kok gitu
sih! Dia itukan gak pantes masuk istana bu! (memrotes)
Bunga: Ibukan sudah
memberi syarat. Lagipula.. Cinderelli mana punya gaun untuk datang ke pesta
dansa..
Melati: Oh iya..
ya.. Hahaha.. hei Cinderelli! Kau mana bisa datang ke pesta dansa! Gaun saja
tidak punya! Masa’ kau datang dengan baju kumuh itu? Hahaha…
Mawar: Sudahlah
Cinderelli. Kau itu hanya bisa bermimpi. Mana mungkin pangeran akan memilih
gadis kumuh sepertimu!
Cinderelli:
(Menunduk sedih)
Bunga: Ya sudahlah.
Ayo kita pergi (sambil melenggang pergi)
Mawar & Melati:
Selamat bermimpi Cinderelli! Hahaha (lalu menyusul ibunya pergi)
Cinderelli: hiks.
Mereka jahat. Hiks (menangis)
***
Cinderelli duduk
merenung
Cinderelli: Kenapa
ceritaku tidak seperti yg ada di dongeng ya? Sepertinya.. Cinderella akan pergi
ke istana. Ya.. walau beda nama sedikit tapikan tetap saja aku hampir sama
seperti dia. Tapi kenapa nasibku berbeda? Dari tadi aku menunggu sang peri yang
ada di cerita Cinderella. Tapi peri itu belum juga datang. Padahal sudah jam 11
malam.
Cinderelli:
(mendongak) Tuhan!!! mana peri mu? Kalau di dongeng Cinderella, dia akan datang
dan mengubahku. Sekarang mana?
Tuk!! Tiba-tiba ada
sebuah gulungan kertas jatuh diatas kepala Cinderelli. Cinderelli sempat
mengaduh, lalu membuka gulungan itu dan membaca pesan di dalamnya.
Cinderelli: “jelengkung jelangset, disini ada pesta,
pestanya kecil-kecilan, datang gak dijemput, pulang gak diantar”, apaan
nih???
Tuk!!! Tiba-tiba
jatuh lagi sebuah gulungan kertas dikepala Cinderelli. Cinderelli mengaduh,
lalu membuka gulungan itu dan membaca pesan di dalamnya.
Cinderelli: apaan
lagi nih??, “Sorry yang tadi salah,
hehe,, kalau kau bersedih, panggil saja
aku. Aku pasti datang. Katakanlah Haihiheho. Ibu peri Bapak peri. Datang gak
dijemput, pulang gak diantar. Haihiheho” (baca cinderelli pada gulungan kertas
itu)
Tiba-tiba TING!!!
Seseorang sudah melompat kedepan cinderelli. Cinderelli terlonjak sampai
melompat mundur
Cinderelli: Siapa
kamu??
Peri: Peri!!
(sambil nyengir setan) :D
Cinderelli: Hah,
Ciyus?? Peri?? Mana ada peri laki-laki!!
Peri: hei! Kau tidak
baca mantranya? Ibu peri Bapak peri. Dan aku bapak peri!
Cinderelli:
(Menganga) lalu? Mana ibu peri?
Peri: Ibu peri
sedang ditugaskan ke Amerika. Ada Cinderella lain di sana..
Cinderelli: Oooh..
miapah??
Peri: mi oleng,,
udahlah. Ayo kita mulai renovasi!
Cinderelli:
Renovasi? Kamu pikir aku rumah apa?
Peri: ups. Salaaah.
Em… kalau begitu, ayo kita mulai make over dirimu!
Cinderelli: nah,
itu baru betul.. Betul, Betul, Betul!
Peri: Oke.
Dangdingdong (sambil mengayunkan tongkat)
Cinderelli: eh..
tunggu, tunggu (potong cinderelli) kok mantranya gitu??
Peri: yang jadi
peri siapa??
Cinderelli: Kamu..
Peri: nah, ya udah.
Masalah buat loe, terserah aku dong mau mantra apa (dengan nada kesal)
Cinderelli:
(Meringis) Iya deh, terserah..
Peri: (berdehem
sekali) Dangdingdong. Jadi cantik dong. Bihbuhbah. Ayo berubah. Tralalatrilili
(mengayunkan tongkatnya dan mengetuk kepala Cinderelli) GUBRAAKK!
Cinderelli: nah
loh, kok suaranya Gubrak? Biasanya juga TING. (sambil memeragakan suara yg
dimaksud)
Peri: bawel ya,
kaya’ ikan. Ya udah. Sana kamu pergi ke pesta dansa!
Cinderelli: tapi
peri.. kendaraanku mana?
Peri: Sudah aku
pesan jet didepan sana. Cepat sana masuk!
Cinderelli:
(mengangguk senang) trima kasih ibu peri, eh, bapak peri! (sambil berlari dan
melambai sambil tersenyum), eh.. tapi supirnya mana??
Tiba-tiba penyapu
jalanan misterius yg ada di desa itu muncul..
Peri: nahh, tukang
sapu itu aja tuh, hei sini..
Tukang Sapu: ono
opo ibu per.. Lha kok lanang??
Peri: udahlah aku
malas bahas, mau gak kamu jadi pilot jet ini??
Tukang Sapu: yo mau
toh. Ta aku ora iso terbangke..
Peri: Tenang,
Dangdingdong, jadi pilot dong, Bihbuhbah, ayo berubah, tralalatrilili.. GUBRAK!
(merubah tukang sapu jadi pilot) Cepet dah pergi!
Tukang Sapu: ayo
kita kemana??
Cinderelli: lha, ya
ke istana lah…
Peri: eh, jangan
lupa ya! Sihirnya bertahan sampai jam 12 malam!!!
***
Prajurit 1:
Pangeran tunggu apalagi, ayo ajak wanita-wanita itu berdansa.
Pangeran: tapi
tidak ada yg menarik hatiku untuk berdansa.
Prajurit 2: padahal
saya sudah capek-capek keliling kerajaan dan desa-desa untuk mencari permaisuri
Prajurit 1:
Halaahh… aku kan juga ikut nyari..
Pangeran: (Menghela
nafas sambil menaruh kedua tangan di saku celananya)
Prajurit2:
Pangeran! (sambil menyenggol lengan pangeran dan membuatnya menoleh) lihat itu.
Cantiknya.. (sambil menunjuk Cinderelli yg baru saja masuk)
Pangeran: WOW…
(Sambil menatap Cinderelli)
Prajurit 1: ayo
pangeran ajak ia berdansa!
Pangeran: Baiklah!
***
Cinderelli:
Pangeran! (sapanya sambil tersenyum manis)
Pangeran: Maukah kau
berdansa dengan ku?? (Sambil menjulurkan tangan)
Cinderelli: Pasti!
(membalas uluran tangan pengeran)
Pangeran dan
Cinderelli pun berdansa dengan nikmatnya, dan merekapun akhirnya berciuman,
tapi tiba-tiba, (TENG! TENG!) jam berbunyi menandakan pukul 12 malam.
Cinderelli: Astaga!
Pangeran: Ada apa??
Cinderelli: Sudah
jam 12 malam!
Pangeran: lalu?
Cinderelli: ahh!
Kau tidak tau ceritanya?? Aku harus pergi!
Pangeran: tapikan
kamu bukan Cinderella!
Cinderelli: Aku
adalah versi parodinya! Sudahlah. Dadah!! (sambil berbalik dan pergi)
Pangeran: Tunggu!!
(sambil menahan tangan Cinderelli)
Cinderelli: Aduuh!!
Apa lagi sihh!! Aku harus pergi sekarang!
Pangeran: tapi
kalau di cerita Cinderella sepatumu harus tertinggal!!
Cinderelli: aduh!
Tapi.. (melihat sepatu yg dipakainya) aku lagi pake’ snakers, bukan hak tinggi!
Pangeran: Loh?? Kok
gitu??
Cinderelli: tau
tuh, bapak peri gak jelas. Udahlah, nanti malah kelamaan (sambil berlari lagi)
Pangeran: tapi..
sepatumu harus ditinggalkan
Cinderelli: maksa
banget sih! Ah, sudahlah! (segera melepaskan sepatu sebelah kirinya) nih ambil.
Dadah! (segera berlari pergi)
Pangeran: (memegang
sepatu itu) ah! Berarti besok harus keliling lagi untuk mencari dia!
***
Mawar: Pangeran
datang lagi!!!(berteriak heboh saat suara pintu diketuk dan melihat pangeran
beserta prajuritnya berada didepan rumah)
Melati dan bu Bunga
segera berlari kedepan. Cinderelli yg sedang mencuci piring ikut melangkah
keluar.
Prajurit 1:
pangeran sedang mencari permaisuri yang hilang saat malam pesta dansa.
Mawar& Melati:
(saling menoleh) pasti aku!
Prajurit 2:
permaisuri itu meninggalkan sepatu ketsnya dan dengan sepatu ini, kami mencari
siapa gerangan sang permaisuri (sambil mengacungkan sepatu itu)
Mawar: Aku! (sambil
merebut sepatu itu, lalu segera memakainya) alamak sempitnya!!
Melati: Hahaha..
mana mungkin cukup, kakimu itu besar.. hahaha..
Mawar: (menatap
Melati geram)
Melati: (mengambil
sepatu itu) pasti cukup! (lalu memakainya) tadaa…!
Bunga: em..
Melati.. sepatunya kebesaran..!
Melati: (melihat
kakinya) astaga! Gede banget sih ni sepatu!!
Mawar: bukan gede!
Tapi emang kakimu yg kecil! Hahaha…
Bunga: ya sudah,
sini ibu coba!
Mawar & Melati:
Hah!!
Bunga: Iya, ibu yg
coba!
Mawar: ibu! Udah
dibilangin juga! Ibu itu udah tua! Mana mungkin bersanding sama pangeran!
Melati: iya, ingat
bapak bu!
Bunga: ah!! kalian
memang anak durhaka, ku kutuk kalian jadi batu!
Prajurit 1: maaf
bu, kalau saya memotong. Tapi ini cerita Cinderela bukan Malin kundang!
Bunga: eh.. iya,
lupa..
Cinderelli:
Bagaimana kalau saya coba? (melangkah ke depan)
Mawar: Hah! Nggak
salah! Kamu kan gak datang waktu pesta dansa?
Cinderelli: Aku
datang kok!
Melati: bohong! Kok
aku nggak lihat baju kumuhmu itu??
Cinderelli:
(tersenyum) kita lihat saja, apa sepatu ini pas untukku atau tidak?
Bunga: okey.. kalo
gitu, silahkan kamu coba!! (sambil menyerahkan sepatu itu ke Cinderelli)
Cinderelli:
(tersenyum sambil mengambilnya, lalu mulai memakai sepatu itu)
Mawar & Melati:
COCOKK!!
Cinderelli:
lihatkan!! (sambil tersenyum kemenangan)
Pangeran: Kau
Cinderella!
Cinderelli: maaf
pangeran. Ralat. Aku Cinderelli!
Pangeran: eh.. iya,
maksudku itu!
Prajurit 2:
Akhirnya kita menemukan sang permaisuri!
Cinderelli: eh,
tapi..
Pangeran: tapi,
kenapa??
Cinderelli: begini
pangeran, saya itu masih SMA. Kelas dua SMA, kan kalau di akhir cerita
Cinderella, pangeran dan Cinderella menikah. Kita tidak mungkin menikah kan?
Aku masih muda!
Pangeran: eh, iya
ya.. kalo begitu? Akhir cerita ini bagaimana?
Mawar: ah! Kalian
bikin repot aja!
Melati: bagaimana
kalau pangeran menikah denganku saja? Aku akan berhenti sekolah demi menikah
dengan pangeran!
Mawar: oh.. tidak
bisa! ( sambil mengayunkan jari telunjuk kekiri dan kanan)
Bunga: sudah..
sudahh begini saja, kita panggil saja ibu peri yg telah mengubah cinderelli!
Prajurit1: Ide bagus
itu..
Cinderelli: Ralat
bu. Bukan ibu peri, tapi bapak peri (semua menganga heran. Cinderelli berdehem
sekali) Haihiheho, ibu peri, bapak peri, datang gak di jemput, pulang gak
diantar, Haihiheho.
TING!! Bapak peri
meloncat datang..
Semua: Hhaaahh!!
Peri: kenapa
kalian??
Mawar: kamu siapa?
Peri: Peri,
sudahlah aku malas bahas. Kenapa aku di panggil? Padahal lagi sibuk karaokean
di NAV.
Melati: beh,
perinya gahol!!
Peri: iya dong,
emang kalian aja apa yg bisa!!
Cinderelli: em..
beginiloh. Aku kan masih sekolah. Aku tidak bisa menikah dengan pangeran
seperti yg ada di cerita Cinderella. Tapi kalau begitu bagaimana akhir cerita
ini??
Peri: (Berpikir
lama) bagaimana kalau Cinderelli tinggal saja di istana. Lalu saat lulus
sekolah, ia akan menikah dengan pangeran.
Prajurit 2: Ide
bagus itu..
Pangeran: baiklah…!
Bunga: Eh.. tapi
peri. Kita sekeluarga juga ikut tinggal di istana kan??
Peri: em..
sepertinya tidak!
Bunga, Mawar,
Melati: Kok gitu??
Peri: karna kalian
belum juga berubah saat di akhir cerita.sudah, begini saja! Kalian boleh
tinggal di istana kerajaan, tapi dengan syarat kalian harus menjadi pembantu
istana!
Bunga, Mawar,
Melati; HAH!?!?
Peri:
tralalatrilili (mengacungkan tongkatnya)
Mawar & Melati:
IBU..! (Merengek pada ibunya)
Prajurit1: makanya
jangan suka jahat!
Prajurit2: betul
tuh!
***
Beberapa hari
kemudian setelah ayah Cinderelli pulang dari pekerjaannya..
Ayah: Keluarga kummanahh???
Ayah: Keluarga kummanahh???
Tukang sapu:
sudahh, makan dulu sannahh, ada bapak peri spesial tuh!
Ayah: wah.. korban
iklan nih.. aku serius!
Tukang Sapu:
keluargamu sekarang tinggal di istana kerajaan!
Ayah: Whatt!!!
***
Dan begitulah akhir
cerita yg sangat meleset dari cerita Cinderella itu. Bunga, Mawar, dan Melati
menjadi pembantu istana dan kini yg sering melayani Cinderelli. Tapi Cinderelli
masih menghargai mereka dan memanggil ayahnya untuk ikut tinggal di Istana. dan
Pangeran Menerima Mereka. THE END
Tags: Drama, Cerita Cinderella, Parodi Cinderella, Cerita Lucu Cinderella, Cerita Drama Lucu, Teks Drama.
Tags: Drama, Cerita Cinderella, Parodi Cinderella, Cerita Lucu Cinderella, Cerita Drama Lucu, Teks Drama.
No comments:
Post a Comment