KUNTILANAK DI PINGGIR JALAN
Begini ceritanya... Kejadian ini bermula pada tahun 2012.
Perkenalkan nama aku Don (samaran). Aku tinggal di daerah pinggiran kota Antapani Bandung. Waktu itu aku baru di terima bekerja menjadi karyawan toko. Kerja mulai dari pagi hingga pulang malam. Suatu hari selang beberapa hari aku bekerja. Seperti biasa aku pulang kerja dengan mengendarai motorku. Namun jalan yang biasa aku lalui menuju rumah mengalami kemacetan. Iseng-iseng aku coba untuk mencari jalan pintas agar terhindar dari kemacetan.
Kebetulan di depan ada jalan alternatif yang tampak agak lengang. Akhirnya aku putuskan saja untuk melewati jalan itu. Aneh.. Jalan yang sedang aku lewati ini sangat sepi. Padahal jangannya bagus dan aspalnya rata tanpa ada lubang.
Tapi sepanjang jalan ini hanya 1 atau 2
kendaraan yang sesekali lewat. Itupun kendaraan yang lewat pada ngebut semua. Ternyata jalan pintas yang aku lalui ini cukup panjang juga dan sepertinya aku nyasar kesuatu tempat, hingga mengantarkan aku ke sebuah tempat yang paling menyeramkan.
''ASTAGA..!'' Ternyata jalan yang aku lalui ini adalah jalan menuju ketempat pemakaman umum yang di penuhi oleh pohon kamboja di setiap pinggir jalan ini. Jalan yang sangat sepi ini menebarkan kesan mistis dengan aroma bunga sedap malam dan samar-samar juga terdengar suara lolongan anjing dari kejauhan. Jelas saja aku jadi merinding melewati jalan ini. Aku pun langsung
tancap gas sekencang-kencangnya. Tiba-tiba.. Dari kejauhan terlihat bayangan putih yang tak asing di mataku. Bayangan putih yang turun dari atas pohon belimbing bagaikan melayang di udara dan mendarat di pinggir jalan tepat di depanku. Sesosok Kuntilanak yang kini semakin jelas menampakkan wujudnya, Dia berdiri seakan-akan menunggu kedatanganku sambil menggoyang-goyangkan kepalanya seperti seorang sinden. Aku pun langsung tancap gas untuk menghindari Kuntilanak itu.
Namun, belum sempat aku melewati Kuntilanak itu, sebuah mobil melaju sangat cepat dari arah belakangku sehingga aku pun tersalip oleh mobil itu. Saking kencangnya laju mobil itu, daster yang di pakai Kuntilanak itu pun terangkat karena terpaan angin dan sepasang kaki serta paha si kunti yang putih mulus dan putih itu pun terlihat jelas diiringi teriakan si Kuntilanak yang menjerit histeris.
''OOOH TIDAK...!!! KEGADISANKU TERLIHAT....!!!" teriak si kunti sambil nutupin mukanya. Seketika, aku pun langsung melotot dengan hidung mimisan sambil bawa
motor pelan-pelan sepelan mungkin.
Dan pembaca pun jungkir balik bersamaan karena saking seriusnya membaca. Wkwkwkwkwkw. :D
No comments:
Post a Comment